Motivasiku masuk FK dan hal yang membuatku akan bertahan di FK ini
1.
Karena cita-cita
Sejak kecil saya sudah bercita-cita ingin menjadi
seorang dokter, bukan karena statusnya yang cukup terkenal dimasyarakat tapi
karena saya ingin menjadi seorang dokter yang mempunyai hati yang lembut, dapat
menolong orang yang sakit.
Waktu
kecil saya sering diberi pertanyaan oleh orang-orang tersekat, “kalau anti
sudah besar mau jadi apa ?”, jawaban saya langsung bisa ditebak karena saya
langsung berkata “saya mau jadi dokter”.
Mungkin ini memang
cita-cita saya sejak dulu, ada dua alasan sederhana ketika sewaktu kecil
menjawab demikian. Keduanya berkaitan dengan profesinya seorang dokter. Dalam
pikiran masyarakat muncul opini bahwa dokter itu merupakan sosok yang kaya,
kaya hati maupun kaya materi. Secara hati, dokter merupakan perantara
kesembuhan seseorang. Secara materi, kehidupan seorang dokter nyaris tidak
pernah kekurangan, bahkan berlebih.
Saya ingin menjadi
seorang dokter yang dicintai oleh masyarakat. Itulah alasan mengapa semangat saya begitu menggebu-gebu
ingin menjadi seorang dokter.
Menurut saya dokter
yang dicintai itu adalah dokter yang selalu berusaha untuk tulus, ikhlas,
bertanggung jawab dan kuat dalam keahliannya menyembuhkan orang sakit.
2.
Dukungan dari
Orangtua
Dukungan
orangtua sangat berpengaruh dalam proses belajar saya.
Alhamdulillah saya bersyukur bisa
terlahir dikeluarga yang bercukupan, bisa membiayai saya sampai difakultas
kedokteran ini. Dan mendukung cita-cita saya sejak dulu dengan memberikan
sarana dan prasarana yang baik dalam belajar sehingga saya tidak kesulitan
untuk belajar.
Saya bersyukur, saya akan berusaha dengan
sungguh-sungguh sambil belajar dan berdoa. Saya tidak akan menyia-nyiakan
kesempatan ini. Saya akan berusaha untuk membuat orang tua saya bangga dan
tidak menyesal telah melahirkan saya kedunia ini.
Semangat saya berkobar untuk kedua
orangtua saya, adik-adik saya, keluarga besar saya, saya tidak akan
mengecewakan mereka semua. Saya akan berusaha dengan sungguh sungguh dan semoga
Allah meridhoi perjalanan saya di Fakultas Kedokteran ini.
3.
Karena biaya
Saya semangat belajar karena saya tidak
ingin uang orangtua saya terbuang dengan sia-sia, saya ingin mereka mendapatkan
buah yang manis dari hasilnya menyekolahkan saya selama ini sampai kuliah.
4.
Lebih berakhlak
dan memelihara nilai-nilai istiadat
Ketika saya menginjakkan kaki pertama kali di
Fakultas kedokteran UMI, saya merasa bahwa inilah awal dari perjuangan saya,
tanpa akhlak yang baik menjadi seorang dokter pasti kita akan menjadi dokter
yang sia-sia dimata masyarakat. Makanya semenjak saat itu saya mulai merubah
kebiasaan buruk saya dan lebih menundukkan diri, tidak menyombongkan apa yang
kita punya dan belajar menjadi muslimah yang baik.
Saya juga disini lebih bisa memelihara nilai-nilai
istiadat dan mampu menghargai itu semua.
Dengan ini saya begitu bersemangat ingin menjadi
seorang dokter. Dokter yang memelihara akhlak dan budi pekerti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar