Rabu, 20 Februari 2013

biologi sel



                        NAMA                   : SITI HARDIYANTI BAHARUDDIN
                   NO.STB                : 110.212.0157
Fakultas Kedokteran
Universitas Muslim Indonesia

TUGAS BIOLOGI SEL
1.    Sejarah tentang teori membran sel !
Jawab :
Untuk menggambarkan tentang membran sel dan memudahkan dalam mempelajarinya juga penjelasannya.Para ilmuwan mengalami perkembangan dalam membuat model untuk menggambarkan bagaimana sebenarnya membran sel itu.
Banyak ilmuwan yang telah mengusulkan model membran sel, namun model membran sel yang diakui saat ini adalah model membran menurut Singer dan Nikolson (model membran mosaik cair). Model membran yang diusulkannya merupakan penyempurnaan dari berbagai model membran yang telah diusulkan oleh para ilmuwan sebelumnya. Berikut merupakan berbagai model membran yang pernah diusulkan oleh para ilmuwan.
Beberapa Model Membran Sel yang dikemukakan oleh Para Ahli yaitu :
1)    Model Membran Menurut Charles Overton (1895)
Senyawa hidrofobik masuk ke dalam sel lebih cepat daripada senyawa hidrofilik. Pada bagian sebelah luar sel terdapat senyawa hidrofobik yang mudah larut. Overton menduga bahwa lapisan tersebut terdiri atas kolesterol, lesitin dan minyak lemak. Oleh karena itu, berdasarkan pengamatannya ia mempostulatkan bahwa zat yang larut dalam lipid memasuki sel jauh lebih cepat daripada zat yang tidak larut dalam lipid.
Sedangkan Langmuir menemukan bahwa bila suatu lipida yang terdiri dari molekul yang memiliki bagian polar (hidrofilik) dan non-polar (hidrofobik) diteteskan pada air, maka lipida tersebut meluas membentuk lapisan monomolekul. Bagian hidrofilik setiap molekul mengarah ke air, sedangkan bagian hidrofobiknya menjauhi air.
Menurut Plowe, lapisan luar protoplasma pada sel tumbuhan adalah suatu lapisan elastik yang berbeda dari bagian lain dari sitoplasma dan disebut plasmalemma atau membrane plasma. Menurut Plowe, membrane plasma adalah suatu satuan fisik yang mempunyai suatu organisasi molekul yang memisahkan membrane plasma dari bagian lain sel.


2)      Model Membran Menurut Gorter dan Grendel (1925)
Memperkenalkan konsep bahwa membran sel dibentuk oleh molekul lipid bilayer. Ujung polar molekul lipid pada satu lapisan mengarah ke luar, sedangkan ujung polar lipid pada lapisan yang lain mengarah kea rah dalam atau sitoplasma.


3)    Model membran menurut J.F. Danielli dan E.N. Harvey (1933)
J.F Danielli dan E.N. Harvey pada tahun 1933 mengusulkan bahwa membran plasma terdiri atas dua fase yaitu fase cair dan fase minyak. Bagian lipid yang hidrofobik mengarah ke fase cair. Protein terhidrasi bekerja sebagai suatu buffer diantara kepala lipid yang hidrofilik dan fase cair. 



4)    Model membran menurut Danielli dan Davson (1954)
Membran plasma terdiri dari dua lapisan lipidaprotein. Molekul lipid amfifatik mengarah dengan daerah hidrofobik ke arah fase minyak dan permukaan lain mengarah ke daerah eksternal. Protein terhidrasi berperan sebagai suatu buffer pelapis antara kepala lipid yang hidrofilik dan fase cair.


5)     Model membran menurut Robertson (1957)
Membran plasma merupakan struktur berlapis tiga yang terdiri dari dua lapisan terluar yang padat yang etrdiri atas protein dengan tebal masing-masing 2,0 nm dan lapisan yang tengah berupa lipid dengan tebal 3,5 nm. Jadi tebal membran keseluruhan adalah 7,5 nm. Ketiga lapisan membran tersebut disebut Unit Membran. Protein pada kedua permukaan bilayer lipid memiliki konfirmasi memanjang tetapi asimetris. Model membrane Robertson tidak dapat menerangkan sifat-sifat permeabilitas dan transport zat melintasi membran.


6)     Model Membran Menurut Singer dan Nikolson (1972)
Menurut Singer dan Nikolson, membran sel memiliki ketebalan berkisar 8,5 nm. Membran plasma terdiri dari :
Ø  Lapisan lipid bilayer yang dikelilingi oleh protein globular. Protein globular ada yang tertanam pada matriks membrane dan ada yang terikat pada polar lipida.
Ø  Protein membran, berada dalam keadaan tersebar bukan sebagai suatu lapisan yang berkesinambungan.  
Ø  Protein yang terikat pada permukaan polar lipid disebut protein perifer atau protein ekstrinsik. Sedangkan protein yang tertanam pada matriks atau menembus lapisan lipid disebut protein integral atau protein intrinsik.
Ø  Protein perifer dan integral yang berkaitan dengan molekul gula disebut glikoprotein sedangkan molekul lipid yang berikatan dengan gula disebut glikolipid.

(Sumber :http://whanday.blogspot.com/2011/11/sejarah-perkembangan-membran-sel.html
 

2.    Yang termasuk Asam Amino polar dan nonpolar !
Jawab :
Asam amino adalah sembarang senyawa organik yang memiliki gugus fungsional karboksil (-COOH) dan amina (biasanya -NH2). Dalam biokimia seringkali pengertiannya dipersempit: keduanya terikat pada satu atom karbon (C) yang sama (disebut atom C "alfa" atau α).
Gugus karboksil memberikan sifat asam dan gugus amina memberikan sifat basa. Dalam bentuk larutan, asam amino bersifat amfoterik: cenderung menjadi asam pada larutan basa dan menjadi basa pada larutan asam. Perilaku ini terjadi karena asam amino mampu menjadi zwitter-ion. Asam amino termasuk golongan senyawa yang paling banyak dipelajari karena salah satu fungsinya sangat penting dalam organisme, yaitu sebagai penyusun protein.
Struktur Asam Amino


Asam amino yang bersifat hidrofobik :
ALANIN, ISOLEUSIN, LEUSIN, METIONIN, FENILALANIN, PROLIN, TRIPTOFAN,  TIROSIN dan VALIN.
Asam amino yang bersifat hidrofilik :
ARGININ, ASPARGIN, ASAM ASPARTAT, SISTEIN, ASAM GLUTAMAT, GLUTAMIN, GLISIN, HISTIDIN, LISIN, SERIN dan TREONIN.

Asam Amino diklasifikasikan berdasarkan gugus R (rantai samping). Biasanya sifat-sifat seperti: hidrofobik/hidrofilik, polar/non polar, ada/tidaknya gugus terionisasi.
a.    Asam Amino Polar
Ø  Memiliki gugus R yang tidak bermuatan
Ø  Serin , threonin, sistein, metionin, asparagin, glutamin
Ø  Bersifat hidrofilik à mudah larut dalam air
Ø  Cenderung terdapat di bagian luar protein
Ø  Sistein berbeda dgn yg lain, karena gugus R terionisasi pada pH tinggi (pH = 8.3) sehingga dapat mengalami oksidasi dengan sistein membentuk ikatan disulfide.
Ø  (-S-S-) à sistin (tidak temasuk dalam asam amino standar karena selalu terjadi dari 2 buah molekul sistein dan tidak dikode oleh DNA).


b.    Asam Amino Nonpolar

Ø  Memiliki gugus R alifatik
Ø  Glisin, alanin, valin, leusin, isoleusin dan prolin
Ø  Bersifat hidrofobik. Semakin hidrofobik suatu asam amino seperti Isoleusin à biasa terdapat di bagian dlm protein.
Ø  Umum terdapat pada protein yang berinteraksi dengan lipid
                     
(Sumber : jomet.files.wordpress.com/2011/06/asam-amino-dan-peptida.ppt
http://rgmaisyah.wordpress.com/2008/10/31/asam-amino/)

3.    Stabilisasi membrane sel oleh kolesterol !
Jawab :
Kolesterol merupakan salah satu jenis lemak yang diproduksi oleh hati dan sangat diperlukan oleh tubuh.Tetapi kolesterol berlebih akan menimbulkan masalah, terutama pada pembuluh darah jantung dan otak.Setiap orang memiliki kolesterol di dalam darahnya, di mana 50% diproduksi oleh tubuh sendiri dan 50% berasal dari makanan. Kolesterol yang diproduksi terdiri atas 2 jenis yaitu kolesterol HDL dan kolesterol LDL.
Dari hati, kolesterol diangkut oleh lipoprotein yang bernama LDL (Low Density Lipoprotein) untuk dibawa ke sel-sel tubuh yang memerlukan, termasuk ke sel otot jantung, otak dan lain-lain agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Kolesterol LDL diperlukan dalam pemeliharaan membran plasma. Ketika LDL melalui pembuluh arteri sebagian kolesterol ditimbun di dinding arteri. Kelebihan kolesterol yang tertimbun di dinding artikel diangkut kembali oleh lipoprotein yang disebut HDL (High Density Lipoprotein) untuk dibawa kembali ke hati yang selanjutnya akan diuraikan lalu dibuang ke dalam kandung empedu sebagai asam empedu.
Kolesterol ditemukan dalam setiap sel tubuh Anda. Hal ini terutama melimpah di membran sel-sel ini, di mana ia membantu menjaga integritas membran ini, dan memainkan peran dalam memfasilitasi sel sinyal – yang berarti kemampuan sel Anda untuk berkomunikasi dengan satu sama lain sehingga Anda berfungsi sebagai manusia, bukan dari tumpukan sel. Kolesterol juga hadir dalam membran organel di dalam sel, meskipun biasanya membuat sebuah proporsi yang lebih kecil dari membran. Sebagai contoh, mitokondria, yang disebut “kekuatan-rumah” dari sel, hanya berisi tiga kolesterol persen oleh massa, dan retikulum endoplasma, yang terlibat dalam membuat dan memodifikasi protein, adalah enam persen kolesterol oleh massa.
Kolesterol menjaga integritas membrane sel
Setiap sel dkelilingi oleh membran yang disebut membran plasma. Membran plasma adalah suatu lapisan ganda fosfolipid yang berkesinambungan dan  dengan kolesterol dan protein. Fosfolipid terdiri dari dua asam lemak yang melekat pada suatu senyawa fosfat sebagai kepala. Kepala fosfat larut dalam air  disebut juga “hidrofilik”, dan asam lemak yang tak larut dalam air a atau “hidrofobik” (takut air). Karena di luar sel adalah mengandung air, atau lingkungan air, dan di dalam sel juga berair, kepala fosfat dari fosfolipid dhadapkan kepada baik di dalam sel dan lingkungan di luar sel, sementara asam lemak dihadapkan pada bagian dalam membran. Membran adalah cairan, dan selalu bergerak. Ia memiliki  konsistensi yang sama sebagai minyak zaitun.
Kolesterol adalah molekul amphipathic, artinya seperti fosfolipid, yang berisi bagian hidrofilik dan bagian hidrofobik. Kolesterol’s hidroksil (OH) kelompok sejalan dengan kepala fosfat dari fosfolipid. Bagian yang tersisa itu melipat ke bagian asam lemak membran.  Karena cara kolesterol dbentuk, bagian dari cincin steroid (empat cincin hidrokarbo di antara kelompok hidroksil dan ekor hidrokarbon) adalah erat tertarik ke bagian dari rantai asam lemak pada fosfolipid terdekat. Ini membuat permukaan luar membran tidak bergerak dan membuatnya kurang larut dalam molekul yang sangat kecil yang larut dalam air yang membuat membrane bisa dilewati lebih mudah. Tanpa kolesterol, membran sel akan terlalu cair, tidak cukup kuat, dan terlalu permeabel terhadap beberapa molekul.
Kolesterol Membantu Menjaga fluiditas Membran sel
Sementara kolesterol menambah ketegasan dan integritas pada membran plasma dan mencegah dari menjadi terlalu cair, juga membantu mempertahankan fluiditas nya. Pada konsentrasi tinggi ditemukan pada plasma membran sel kita (hampir 50 persen, molekul untuk molekul). Kolesterol membantu memisahkan fosfolipid sehingga rantai asam lemak tidak bisa datang bersama-sama dan mengkristal. Oleh karena itu, kolesterol membantu mencegah ekstrim – apakah terlalu cair, atau terlalu kaku – dalam konsistensi dari membran sel.
Kolesterol Membantu Protein Penting Aman di Membran
Membran plasma mengandung banyak protein yang melakukan fungsi penting seperti penyaluran atau memompa zat masuk dan keluar dari sel, melekat sel lain, membentuk perbatasan untuk menjaga protein lain di salah satu bagian spesifik dari sel, berkomunikasi dengan sel di dekatnya, atau menanggapi hormon endokrin dari jauh sel. Karena ukuran dan bentuk protein tertentu  membutuhkan sebuah tempat tidur fosfolipid lebih tebal untuk duduk dan karena protein tertentu harus tetap bersama-sama berfungsi dengan baik, fluiditas membran sel, di mana molekul selalu bergerak secara acak, dapat menimbulkan masalah.
Untungnya, membran plasma mengandung banyak rakit lipid dimana protein dijamin. Sebuah rakit lipid mengandung konsentrasi kolesterol yang tinggi dan sphingolipids – jenis fosfolipid – mengandung ekor asam lemak dengan rantai lebih panjang dan lebih jenuh. Karena asam lemak lebih panjang dan lebih jenuh (tegak), mereka mengagregat lebih, yang mana kolesterol juga membantu. Bagian dari membran juga lebih tebal, sehingga ideal untuk menampung protein tertentu. Karena asam lemak dalam rakit lipid lebih panjang, fosfolipid juga bergerak sinkron dengan fosfolipid di sisi lain membran. Dalam sisa membran, fosfolipid di satu sisi membran bergerak secara independen dari mereka yang berada di sisi lain. Dengan stabilisasi protein tertentu bersama dalam rakit lipid, kolesterol adalah penting untuk membantu protein ini menjaga fungsi mereka. Ini adalah protein, setelah semua, di mana sel-sel berkomunikasi dengan satu sama lain. Jika sel tidak berkomunikasi satu dengan sama lain, Anda dan saya akan menjadi tumpukan sejumlah besar sel yang tidak berhubungan dan bukan individu sebagaimana kita ini.
Jadi, kolesterol diperlukan untuk membangun dan memelihara membran, memodulasi fluiditas membran selama rentang suhu fisiologis. Grup hidroksil dalam kolesterol berinteraksi dengan kutub kelompok kepala membran fosfolipid dan sphingolipids , sedangkan  steroid dan rantai hidrokarbon tertanam dalam membran, di samping rantai nonpolar asam lemak dari lemak lain. Dalam peran struktural, kolesterol mengurangi permeabilitas membran plasma untuk proton (positif hidrogen ion) dan ion natrium .
Dalam membran sel, kolesterol juga berfungsi dalam transportasi intraseluler, sinyal sel dan konduksi saraf. Peran kolesterol dalam endositosis tersebut dapat diselidiki dengan menggunakan beta siklodekstrin metil (MβCD) untuk menghilangkan kolesterol dari membran plasma. Baru-baru ini, kolesterol juga  terlibat dalam proses signaling sel, membantu dalam pembentukan rakit lipid dalam membran plasma . Dalam banyak neuron, sarung mielin, kaya kolesterol, karena berasal dari lapisan dipadatkan dari membran sel Schwann, menyediakan isolasi untuk lebih efisiennya konduksi impuls.


4.    Hubungan antara sel dan jaringan sekitarnya !
Jawab :
1.    Tight Junction / Zonula ankludens (hub.erat) ----à stabilitas
Tight Junction atau Zonula ankludens merupakan persimpangan ketat dimana daerah yang terkait dari dua sel membran yang bergabung bersama-sama membentuk penghalang.
Persimpangan antara membran plasma sel yang berdekatan pada hewan yang membentuk penghalang, mencegah bahan dari melewati antara sel-sel.
Pada tight junction, membran sel-sel yang bersebelahan menyatu oleh perekat pada bagian apikal sel dan membentuk sumbatan pada apikal intersel. Ada dua jenis yaitu :
1.    Zonula ocludens.
Zonula atau sabuk bila tautan melingkari seluruh sel. Zonula ocludens adalah taut kedap yang meluas mengelilingi permukaan apikal sel, sehingga tampak menyerupai sabuk.Zonula ocluden tersusun atas komponen-komponen berupa partikel-partikel protein dari masing-masing membran sel yang saling berhubungan dan bertautan. Zonula ocludens berfungsi(i) sebagai penutup pada bagian apikal dari ruang intersel sehingga molekul-molekul yang larut dalam air tidak bisa lewat,(ii) sebagai perekat diantara sel-sel yang bersebelahan sehingga memungkinkan organ yang dibentuk oleh sel-sel inidapat meregang tanpa terjadi kerusakan sel atau ruang intersel.(iii) sebagai barrier untuk mencegah terjadinya diffusi protein dari luar sel (pada permukaan apikal) ke daerah baso lateral ruang intersel atau sebaliknya. Zonula ocludens dijumpai pada sel-sel epitel usus halus.
2.    Fasia ocludens.
Fasia atau pita bila tautan hanya menempati daerah kecil pada permukaan sel atau dinding lateral sel. F. ocludens mirip dengan Z. ocludens namun bentuknya berbeda, dimanapada fasia ocludens berbentuk pita terputus-putus. Fasia ocludens  dijumpai pada sel-sel endotel yang melapisi pembuluh darah, kecuali kapiler darah pada otak, sel-sel endotelnya dilekatkan oleh zona ocludens. 
Dengan perlekatan yang terputus-putus ini, maka sel endotel kapiler darah memungkinkan terbentuknya cairan jaringan dan keluarnya leukosit dari kapiler (f. ocludens membatasi pori-pori kapiler.

2.    Zonula adheren dan desmosom ----à menyatukan sel-sel
Zonula adheren adalah Suatu jenis persimpangan sel, ditemukan terutama pada sel epitel, yang membentuk sabuk penguatan dan saling melingkari bagian luar sel yang berdekatan. Ini terdiri dari sekelompok molekul kaderin (lihat molekul adhesi sel) pada bagian luar permukaan sel melintang, yang dihubungkan melalui membran plasma ke sabuk melingkar dari mikrofilamen aktin dalam sel. Band kaderin sel tetangga saling bertautan, sehingga memberikan kontribusi bagi stabilitas dan integritas lapisan sel.
Zonula adherens atau sabuk lekat: Z. adherens merupakan jenis tautan yang terdapat pada jaringan epitel dannon epitel dan dibawah ocludens terlihat dalam berbagai bentukberupa titik-titik kecil yang menghubungkan filamen aktin darisel yang bersebelahan. Pada sel-sel epitel terlihat sebagaisabuk dan disebut sebagai adhesion belt. Posisi z. adheren biasanya terletak di tengah dari tautan yang ada, yaitu di atasadalah z. ocludens dan di bawahnya terdapat desmosom.Struktur yang membentuk adherins junction adalah transmembran linker glikoprotein, filamen intermedian (10 nm) yang menyebar dari daerah tautan ke dalam matriks sitoplasmasel dan membran plasma terpisah pada jarak 10-15 nm.
Desmosom adalah Sebuah persimpangan patchlike ditemukan antara sel yang bersebelahan dalam jaringan epitel yang membantu memperkuat jaringan dengan mengikat sel bersama-sama sementara memungkinkan pergerakan material dalam ruang interselular. Ini terdiri dari sekelompok diskrit dari serat berjalan melintasi ruang, sekitar 25 nm yang luas, antara dua sel. Di kedua sisi, serat-serat yang berlabuh di bawah membran plasma setiap sel dalam sitoplasma plak protein, serat lebih dari yang memperpanjang ke dalam sitoplasma sel. Hemidesmosom mirip dengan desmosom tetapi jangkar sel untuk mendasari matriks ekstraseluler.
Desmosom terletak di bawah z. adherens dan merupakan struktur yang memegang sel berdekatan, dimana setiap sel membentuk setengah desmosom. Struktur yang membentuk desmosom adalah (i) cytoplasmiq plaque (ii) filamen intermediat yang jenisnya tergantung pada tipe sel yang membentuknya misalnya filamen keratin pada jaringan epitel,filamen desmin pada jantung, filamen vemetin pada membranotak (iii) membran sel, dan (iv) transmembran linker glikoprotein.

3.    Hemidesmosom dan adhesi local ---à melekatkan sel ke lamina basalis
Hemidesmosom merupakan struktur yang terbentukapabila terjadi tautan antar sel dengan membran basalis.Terlihat hanya setengah desmosom yang terbentuk.




sekian dan terima kasih



gajahmonyet :) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar